BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan akan mengajukan kembali proposal bantuan alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke pemerintah pusat setelah tidak masuk dalam daftar penerima tahun 2026.
Padahal, Kubu Raya dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi di Kalimantan Barat, terutama karena dominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengonfirmasi hal tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Karhutla di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, tidak masuknya Kubu Raya dalam daftar penerima bantuan menjadi perhatian serius mengingat wilayah ini juga memiliki sejumlah objek vital nasional, seperti Bandara Internasional Supadio serta instalasi militer strategis.
Dampak karhutla di kawasan ini dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan keamanan.
Baca Juga : Kolaborasi Atasi RTLH Bantaran Sungai di Kubu Raya
Yusran menduga ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya keterbatasan anggaran pemerintah pusat serta kemungkinan belum optimalnya data yang diterima terkait tingkat kerawanan daerah.
“Kita tetap berprasangka baik. Mungkin informasi dari kita yang belum lengkap, dan inilah yang akan segera kami perbaiki,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kubu Raya akan segera menyusun dan mengajukan usulan resmi guna mendapatkan dukungan alat pemadam karhutla yang dinilai sangat mendesak.
“Potensi karhutla di Kubu Raya ini rutin terjadi dan lokasinya sangat dekat dengan kawasan strategis. Kami akan buat usulan resmi karena kebutuhan alat pemadam ini sangat mendesak,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kubu Raya.*
