BERIKABARNEWS l FLORIDA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan Malam Natal 2025 dengan cara tak biasa di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida. Mengikuti tradisi tahunan pelacakan Santa oleh Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD), Trump menyapa anak-anak lewat sambungan telepon sambil menyelipkan gurauan bernuansa politik khas dirinya.
Didampingi Ibu Negara Melania Trump, Presiden berbincang dengan anak-anak dari berbagai negara bagian tentang hadiah Natal impian mereka. Di tengah suasana hangat tersebut, Trump melontarkan candaan soal “keamanan perbatasan”, bahkan menyebut perlunya memastikan hanya “Santa yang baik” yang boleh masuk ke Amerika Serikat.
Dalam percakapan dengan anak-anak berusia 4 dan 10 tahun asal Oklahoma, Trump menekankan pentingnya memastikan Santa bersikap baik.
“Kami ingin memastikan Santa itu orang yang sangat baik,” kata Trump. Namun, ia langsung menambahkan guyonan politik, menyebut Amerika tidak boleh “disusupi Santa jahat”.
Meski bernuansa jenaka, Trump tetap membawa gaya retorika politiknya. Melalui media sosial, ia juga mengunggah ucapan Natal yang kembali menyentil kelompok yang ia sebut sebagai “Kiri Radikal”, menuduh mereka gagal dalam upaya menghancurkan negara.
Sejumlah momen ringan mewarnai sesi telepon tersebut. Saat seorang anak dari North Carolina bertanya apakah Santa akan marah jika tidak diberi kue, Trump menjawab dengan candaan soal fisik Santa.
“Santa itu seperti malaikat kecil. Sedikit gemuk. Saya rasa dia akan sangat menyukai kue,” ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga : Seruan Damai Paus Leo XIV di Hari Natal
Trump juga sempat menggoda Melania Trump yang terlihat serius mendampingi panggilan telepon. “Dia bisa fokus sepenuhnya tanpa mendengarkan saya,” ucap Trump, yang disambut senyum sang Ibu Negara.
Momen lain datang dari seorang gadis 8 tahun asal Kansas yang mengaku tak ingin menerima hadiah berupa batu bara. Trump merespons dengan slogan khasnya.
“Maksudmu batu bara yang bersih dan indah? Itu bagus untuk industri kita. Tapi aku tahu kamu lebih suka boneka Barbie dan permen,” katanya.
Di sela perayaan Natal, Trump menegaskan bahwa tugas kenegaraan tetap menjadi prioritasnya. Ia menyebut masih harus fokus pada isu global, terutama upaya meredakan konflik dalam perang Rusia-Ukraina.
Perayaan Malam Natal di Mar-a-Lago pun berlangsung hangat, memperlihatkan sisi humoris Trump sebagai kepala negara, sekaligus mempertahankan gaya komunikasi politik yang selama ini menjadi ciri khasnya. (ing)
Sumber :
AFP
