BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya terus mengintensifkan penyelidikan kasus teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Polisi kini menganalisis puluhan rekaman kamera pengawas untuk mengungkap pelaku dan dalang di balik serangan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa tim gabungan telah menyita rekaman dari 86 titik CCTV yang tersebar di sepanjang jalur pelarian pelaku.
“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisis, terdapat 2.610 gambar dalam bentuk video dengan total durasi mencapai 10.320 menit,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Rekaman tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari kamera tilang elektronik (ETLE), milik Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, hingga kamera pengawas perkantoran dan rumah warga.
Analisis ribuan menit rekaman ini menjadi kunci untuk mengidentifikasi dua orang tak dikenal yang melakukan penyerangan terhadap korban di kawasan Jalan Talang Senen, Jakarta Pusat.
Akibat serangan cairan asam tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius hingga 24 persen pada tubuhnya. Selain itu, mata kanan korban mengalami dampak paling parah.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Baca Juga : Yusril Kutuk Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual
Kasus ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai tokoh publik, di antaranya Anies Baswedan, Jusuf Kalla, hingga Novel Baswedan yang turut memberikan dukungan moral kepada korban.
Perkembangan terbaru, pihak kepolisian dikabarkan telah mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras. Meski demikian, penyidik masih terus mendalami motif serta kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi teror tersebut.
Polda Metro Jaya memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan turut mengawal kasus ini demi menjamin perlindungan terhadap aktivis dan penegakan hukum di Indonesia.*
