BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah Kesultanan Pontianak sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Ria Norsan saat menerima audiensi panitia Haul Akbar dan Ziarah Agung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 Juni 2026 di Kota Pontianak.
Menurut Ria Norsan, Haul Akbar dan Ziarah Agung bukan hanya kegiatan keagamaan dan seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Kota Pontianak serta memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan Barat.
“Kami mendukung penuh kegiatan yang sarat nilai sejarah dan religi ini. Hubungan emosional dan historis antara Mempawah dan Pontianak sangat erat,” ujar Ria Norsan.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
Ia menilai, nilai-nilai yang diwariskan para pendiri Kesultanan Pontianak masih sangat relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga toleransi, persaudaraan, dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman.
Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie sendiri dikenal sebagai pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Pontianak pada tahun 1771. Sosoknya memiliki peran besar dalam perkembangan sejarah dan budaya masyarakat Melayu di Kalimantan Barat.
Dalam audiensi tersebut, Ria Norsan juga menyinggung eratnya hubungan sejarah antara Mempawah dan Pontianak yang telah terjalin sejak masa kesultanan. Kedekatan historis itu dinilai menjadi modal sosial yang kuat untuk mempererat kebersamaan masyarakat Kalbar.
Pelaksanaan Haul Akbar dan Ziarah Agung diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar lebih mengenal silsilah dan perjuangan para pendiri daerah.
Baca Juga : Gawia Sowa ke-186 Dayak Bidayuh, Wagub Krisantus Tekankan Pelestarian Budaya
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap warisan budaya lokal sehingga tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap seluruh masyarakat dapat ikut menjaga kekhidmatan dan kelancaran rangkaian acara. Dengan begitu, nilai-nilai luhur peninggalan Kesultanan Pontianak dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Haul Akbar dan Ziarah Agung Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pun diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan dan harmoni sosial di Kalimantan Barat.*
