BERIKABARNEWS l – Ribuan warga Australia menggelar aksi lilin serentak pada Minggu malam, 22 Desember 2025, untuk mengenang para korban penembakan massal di Pantai Bondi. Aksi hening ini menandai satu pekan tragedi berdarah yang disebut sebagai serangan teror paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir.
Tepat pukul 18.47 waktu setempat, aktivitas publik di berbagai wilayah Australia berhenti sejenak. Dari pusat kota hingga kawasan pedesaan, warga menyalakan lilin dan mengheningkan cipta untuk mengenang 15 korban jiwa yang tewas dalam serangan saat perayaan Hanukkah di Pantai Bondi. Pub, restoran, dan ruang publik turut mematikan musik sebagai bentuk solidaritas nasional.
Insiden penembakan terjadi ketika Sajid Akram (50) bersama putranya, Naveed Akram (24), melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga. Aparat keamanan menetapkan peristiwa tersebut sebagai aksi terorisme bermotif antisemit.
Para korban berasal dari beragam latar belakang, termasuk anak-anak dan penyintas Holocaust. Korban termuda adalah Matilda (10), putri imigran Ukraina, sementara korban tertua Alex Kleytman (87), penyintas Holocaust, meninggal saat berusaha melindungi istrinya.
Tragedi Pantai Bondi mengguncang rasa aman publik Australia yang selama ini dikenal ketat dalam pengendalian senjata sejak tragedi Port Arthur 1996. Menyikapi kejadian ini, Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan kebijakan pembelian kembali senjata api secara besar-besaran untuk menekan peredaran senjata ilegal.
Pemerintah juga memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap kepolisian dan badan intelijen, menyusul fakta bahwa Naveed Akram pernah masuk dalam pemantauan sejak 2019.
Baca Juga : Trump Siapkan Operasi Imigrasi Lebih Agresif pada 2026
Dampak Sosial dan Ancaman Kohesi Multikultural
Selain duka mendalam, tragedi ini turut memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan sosial. Aparat melaporkan munculnya sejumlah insiden bernuansa kebencian dan meningkatkan pengamanan di berbagai lokasi publik untuk mencegah eskalasi konflik antar komunitas.
Di tengah suasana duka, muncul kisah keberanian warga sipil. Ahmed al Ahmed, imigran asal Suriah, mendapat apresiasi luas setelah membantu melucuti senjata pelaku di tengah situasi berbahaya. Aksinya dinilai berperan besar dalam mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Saat ini, Sajid Akram dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah dilumpuhkan polisi. Sementara Naveed Akram masih menjalani perawatan medis di bawah penjagaan ketat dan akan menghadapi dakwaan berat, termasuk terorisme dan pembunuhan massal.
Tragedi Pantai Bondi menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, solidaritas, dan perlindungan terhadap nilai kebhinekaan di Australia. (ing)
Sumber :
AFP
