Dolar AS Melemah Usai Data Tenaga Kerja AS Beri Sinyal Campuran

Ilustrasi - Pergerakan nilai tukar Dolar AS melemah di tengah respons pasar terhadap data tenaga kerja Amerika Serikat. (freepik.com/8photo)

BERIKABARNEWS l NEW YORK – Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada perdagangan Selasa, seiring respons pasar terhadap rilis data tenaga kerja AS yang memberikan sinyal beragam terkait arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam menambah 64.000 lapangan pekerjaan pada November, lebih tinggi dari perkiraan analis. Namun, capaian positif tersebut dibayangi kenaikan tingkat pengangguran dari 4,4 persen menjadi 4,6 persen.

Analis menilai data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah sikap kehati-hatian bank sentral AS.

“Datanya bercampur. Perekrutan memang lebih baik dari perkiraan, tetapi tidak cukup masif, sementara kenaikan pengangguran bisa menjadi perhatian The Fed pada awal tahun depan,” ujar John Velis, analis FX dan makro BNY Americas.

Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 28 Januari kini mencapai 73,4 persen, meningkat dibandingkan sekitar 70 persen pekan lalu.

Seiring sentimen tersebut, Indeks Dolar AS turun 0,22 persen ke level 98,05 dan mencatat pelemahan untuk dua sesi perdagangan berturut-turut.

Baca Juga : Gencatan Senjata Gaza Terancam Usai Komandan Hamas Tewas

Mata Uang Global Menguat, Fokus ke Bank Sentral

Pelemahan dolar mendorong penguatan mata uang utama lainnya. Euro naik 0,3 persen ke level 1,1788 per dolar AS, tertinggi sejak September. Pasar memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Kamis, didukung data ekonomi zona euro yang masih beragam.

Pound sterling turut menguat 0,39 persen menjadi 1,3425 dolar AS. Bank of England (BoE) diperkirakan menghadapi pemungutan suara ketat terkait arah kebijakan suku bunga, dengan kemungkinan perubahan sikap dari Gubernur Andrew Bailey.

Sementara itu, dolar AS melemah 0,38 persen terhadap yen Jepang ke level 154,615. Meski sentimen bisnis produsen besar Jepang berada di level tertinggi dalam empat tahun, pasar menilai kebijakan Bank of Japan (BoJ) akhir pekan ini belum tentu mampu menopang penguatan yen.

Di pasar aset digital, Bitcoin mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 1,14 persen ke level US$87.212, setelah sebelumnya mencatat empat hari penurunan beruntun. *

 

Sumber :

Reuters

ASEAN United: Target Ambisius Nol Kematian Akibat Dengue

BERIKABARNEWS l – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara...

Ilustrasi - ASEAN Dengue Day 2026 dengan tema pencegahan demam berdarah di kawasan Asia Tenggara.

Trump Klaim Pertahanan Iran Lumpuh, AS Siap Rebut Pulau Kharg

BERIKABARNEWS l – Presiden Amerika Serikat Donald Trump...

Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait konflik Iran dan rencana pengambilalihan Pulau Kharg.

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata AS, Konflik Lebanon dan Israel Kian Memanas

BERIKABARNEWS l BEIRUT – Ketegangan di Timur Tengah...

Naim Qassem terkait penolakan gencatan senjata Amerika Serikat dalam konflik Lebanon–Israel.

Timur Tengah Memanas, Rudal Iran ke Bahrain dan Kuwait Dicegat AS

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di kawasan Teluk kembali...

Rudal Iran mengarah ke Bahrain dan Kuwait di kawasan Timur Tengah.

Dihantam Krisis Energi dan Kebijakan BOJ, Yen Jepang Terus Terpuruk

BERIKABARNEWS l TOKYO – Nilai tukar yen Jepang...

Ilustrasi mata uang yen Jepang di tengah pelemahan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat.

Di Tengah Krisis Avtur, Tony Fernandes Siapkan Maskapai Baru

BERIKABARNEWS l – Industri penerbangan global tengah menghadapi...

Tony Fernandes terkait rencana ekspansi maskapai baru AirAsia di tengah krisis avtur global.

berita terkini