Gus Ipul: Digitalisasi DTSEN Bikin Bansos Makin Tepat Sasaran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat sosialisasi digitalisasi DTSEN di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026).

BERIKABARNEWS l PASURUAN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan transformasi digital menjadi kunci utama pembenahan penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Melalui digitalisasi data, kesalahan penetapan penerima bansos berhasil ditekan secara signifikan.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). Ia menyebut, sistem digital membuat penyaluran bantuan semakin akurat dan transparan.

Belajar dari uji coba di Kabupaten Banyuwangi, Gus Ipul memaparkan adanya penurunan tajam angka kesalahan data penerima. Sebelum DTSEN diterapkan, tingkat exclusion error—masyarakat layak namun tidak terdata—tergolong sangat tinggi.

Pada Program Keluarga Harapan (PKH), misalnya, angkanya mencapai 77,7 persen dan turun menjadi 28,2 persen setelah digitalisasi. Sementara pada Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), kesalahan menurun dari 70 persen menjadi 17,6 persen.

Tak hanya itu, inclusion error atau penerima yang sebenarnya tidak layak juga ikut berkurang. Pada PKH, angkanya turun dari 46,5 persen menjadi 39,8 persen, sedangkan pada BPNT dari 37,7 persen menjadi 29,6 persen.

“Harapan kami, ke depan kesalahan data ini bisa ditekan hingga di bawah 10 persen, bahkan mendekati 5 persen,” ujar Gus Ipul optimistis.

Baca Juga : Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Lewat Traktat Keamanan

Dinamika Sosial Jadi Tantangan Akurasi 100%

Meski demikian, ia mengakui akurasi 100 persen sulit dicapai karena kondisi sosial masyarakat yang terus berubah, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, hingga perubahan tingkat ekonomi.

Untuk menjawab tantangan itu, DTSEN akan diperbarui setiap hari dan diperkuat dengan laporan rutin per tiga bulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) di tingkat daerah maupun nasional.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas uji coba digitalisasi bansos ke 40 kabupaten/kota sepanjang 2026.

Evaluasi tahap awal ditargetkan rampung pada pertengahan tahun dan menjadi dasar penerapan digitalisasi bansos secara nasional.

“Semua ini dilakukan agar masyarakat di desil bawah DTSEN atau yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat, dan bantuan negara sampai ke tangan yang tepat,” pungkas Gus Ipul.*

 

Sumber :

InfoPublik

Harga TBS Sawit Mulai Naik, Pemerintah Perketat Pengawasan Perusahaan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Harga Tandan Buah Segar...

Petani kelapa sawit sedang memanen tandan buah segar di perkebunan sawit Indonesia.

Kejaksaan Agung Berhasil Kembalikan Aset Eddy Tansil Rp51,6 Miliar ke Negara

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia...

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan hasil pemulihan aset Eddy Tansil senilai Rp51,6 miliar kepada Menteri Keuangan di BPA Fair 2026.

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh Rabu 17 Juni 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan hasil rukyatul hilal dan metode istikmal.

Pengendara Wajib Tahu, SIM Digital Bisa Jadi Pengganti SIM Fisik

BERIKABARNEWS l – Pengendara di Indonesia kini memiliki...

SIM digital melalui aplikasi Digital Korlantas di smartphone saat pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

KPK Pastikan Lelang Aset Korupsi Transparan, Nilai Capai Rp311 Miliar

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

KPK dan DJKN Kementerian Keuangan menyiapkan proses lelang aset rampasan korupsi secara transparan melalui sistem lelang online.

Ketersediaan Pertalite Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

BERIKABARNEWS l JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga...

Pengendara mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina saat proses distribusi bahan bakar berlangsung.

berita terkini