USDP Klaim Kemenangan, Demokrasi Myanmar Terancam Militer

Militer dan politikus USDP di Myanmar saat penghitungan suara. (facebook/MizzimaMyanmarNews)

BERIKABARNEWS l YANGON – Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP), sekutu utama militer Myanmar, mengklaim kemenangan besar di wilayah yang sebelumnya dikuasai tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Klaim ini memicu kritik dari pengamat yang menilai pemilu tersebut hanya strategi junta untuk memperkuat kekuasaan mereka.

Proses pemungutan suara berlangsung selama sebulan, sebagai babak baru pasca kudeta 2021 yang menggulingkan pemerintahan sah Suu Kyi. Saat itu, militer menuding adanya kecurangan meski partai pro-demokrasi menang telak.

USDP dilaporkan berhasil mengamankan kursi di Kawhmu, kawasan Yangon yang menjadi basis suara Suu Kyi. Seorang pejabat USDP menyebut partainya meraih 15 dari 16 kursi majelis rendah di wilayah tersebut.

Pada tahap pertama, USDP hampir menyapu bersih 90% kursi majelis rendah, memperkuat dominasi proksi militer di sistem pemerintahan baru.

Para aktivis dan pendukung demokrasi menilai pemilu ini sebagai sandiwara yang dimanipulasi. Dengan pembubaran partai Suu Kyi dan penahanan tokoh-tokoh kunci, oposisi praktis tidak memiliki ruang untuk bersaing.

Pakar hak asasi manusia PBB, Tom Andrews, menegaskan, “Junta merekayasa pemilu ini untuk menciptakan fasad legitimasi, sementara kekerasan dan penindasan di lapangan terus berlanjut.”

Baca Juga : Tragedi Gunung Sampah di Cebu: 4 Tewas, Puluhan Hilang

Situasi politik Myanmar saat ini masih penuh tantangan: seperempat kursi parlemen dicadangkan untuk militer, lebih dari 22.000 tahanan politik termasuk Suu Kyi masih dipenjara, dan undang-undang baru mengancam pengkritik dengan hukuman hingga 10 tahun penjara.

Di balik klaim kemenangan politik, konflik bersenjata terus berkecamuk. Banyak wilayah yang dikuasai pemberontak tidak menggelar pemungutan suara sama sekali.

Data ACLED mencatat sejak kudeta terjadi, sekitar 90.000 orang tewas akibat kekerasan, termasuk 68 korban pada hari pertama pemungutan suara Desember lalu.

Junta menjanjikan tahap terakhir pemungutan suara pada 25 Januari akan “mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.” Namun bagi warga yang hidup di bawah bayang-bayang militer, janji tersebut terasa jauh dari kenyataan demokrasi yang mereka harapkan. (ing)

 

Sumber :

AFP

Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka

BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas...

Ledakan bom mobil di masjid dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 80 lainnya. (Foto: x.com/War_crazy44)

Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan...

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat...

Kabut asap karhutla Sumatera berdampak pada kualitas udara di Thailand Selatan. (Foto: facebook.com/SouthHazeWatch)

Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

BERIKABARNEWS l – Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan...

Militer Israel menghancurkan markas bawah tanah Hizbullah di Lebanon Selatan. (Foto: x.com/Barong369)

IRGC Iran Sita Kapal Selam Nirawak Milik AS di Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l TEHERAN – IRGC Iran sita kapal...

IRGC Iran menyita kapal selam nirawak milik AS di pintu masuk Selat Hormuz. (x.com/MarioNawfal)

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Pattaya Usai Lima Hari Bersandar

BERIKABARNEWS l PATTAYA – Kapal induk Angkatan Laut...

USS Abraham Lincoln meninggalkan Pattaya setelah lima hari bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand. (x.com/wuthi11_)

berita terkini