BERIKABARNEWS l BATAM – Sosok Aila Afifah menjadi perhatian di tengah keberangkatan ribuan jemaah haji Indonesia menuju Tanah Suci tahun 2026. Gadis asal Pontianak yang masih berusia 13 tahun itu tercatat sebagai jemaah haji termuda Indonesia pada musim haji tahun ini.
Aila berangkat dari Embarkasi Batam menuju Arab Saudi pada Jumat (8/5/2026) dini hari. Di balik usianya yang masih sangat muda, tersimpan kisah haru yang menyentuh hati. Aila mengaku ingin mendoakan almarhumah ibunya di depan Ka’bah.
“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ujar Aila dengan suara pelan sebelum keberangkatan.
Keinginan tersebut menjadi alasan utama Aila menunaikan ibadah haji. Ia berharap dapat memanjatkan doa terbaik agar sang ibu mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Keberangkatan Aila juga menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang penuh makna. Ayahnya, Ismail Oemar, menjelaskan bahwa Aila berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Setelah mempertimbangkan kondisi fisik, mental, dan kesiapan putrinya, keluarga memutuskan Aila dapat menjalankan ibadah haji dengan baik.
“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” kata Ismail.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Gencarkan Sosialisasi Perda KTR 2025, Sanksi Denda Naik
Meski masih berusia 13 tahun, Aila dinilai memiliki kesiapan untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji. Selama berada di Tanah Suci, ia juga akan didampingi langsung oleh sang ayah.
Kehadiran Aila di Embarkasi Batam menjadi perhatian para jemaah lainnya. Di balik sikapnya yang tenang dan sederhana, tersimpan ketulusan seorang anak yang membawa doa dan kerinduan mendalam untuk ibunya.
Kisah Aila bahkan sudah menjadi perbincangan di Pontianak sebelum keberangkatannya ke Arab Saudi. Banyak warga tersentuh dengan niat mulia gadis belia tersebut yang ingin menghadiahkan doa terbaik bagi orang tuanya di Tanah Suci.
Baca Juga : Pengadaan Lebih Transparan, Pontianak Terapkan e-Katalog Versi 6
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai perjalanan Aila bukan hanya tentang ibadah haji, tetapi juga bentuk bakti seorang anak kepada orang tua.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ujarnya.
Edi juga mengaku bangga karena ada putri daerah asal Pontianak yang menjadi jemaah haji termuda Indonesia tahun ini. Ia berharap Aila dapat menjalani seluruh ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang tidak semua umat muslim bisa jalani setiap tahun. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah menjaga niat dan keikhlasan selama menjalankan ibadah.
“Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan, ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Baca Juga : Pemkot Pontianak Perkuat Program SPALD-T, Libatkan Gender dan Partisipasi Masyarakat
Pada musim haji 2026, sebanyak 1.509 jemaah asal Kota Pontianak diberangkatkan menuju Tanah Suci. Pemerintah Kota Pontianak memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar, mulai dari perjalanan menuju Batam hingga keberangkatan ke Arab Saudi.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kesiapan para jemaah, baik dari sisi kesehatan, fisik, mental, maupun spiritual.
“Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan, dimudahkan dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur,” tutup Edi.*
