BERIKABARNEWS l BEKENU – Musibah kebakaran melanda rumah panjang di Kampung Labau, Bekenu, Sarawak, Jumat (29/5/2026) dini hari. Sebanyak 136 warga dari 21 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal setelah bangunan semi permanen tersebut hangus terbakar.
Rumah panjang milik Nelson Ningkan Kumbang di Jalan Sungai Saeh itu terbakar sekitar pukul 01.17 waktu setempat, tepat saat warga tengah bersiap menyambut perayaan Hari Gawai.
Api dengan cepat melahap seluruh bangunan hingga menyebabkan kerusakan mencapai 100 persen. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri meski sebagian besar hanya sempat membawa barang seadanya.
Pusat Gerakan Operasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) Sarawak menyebut konstruksi bangunan yang sebagian besar berbahan non permanen membuat api cepat merambat sebelum petugas tiba di lokasi.
Baca Juga : Overstay dan Kerja Ilegal di Kuching, 39 WNI Diamankan
Proses pemadaman dilakukan oleh personel dari Balai Bomba dan Penyelamat Batu Niah dengan dukungan tim dari Balai Bomba dan Penyelamat Miri Sentral. Tiga anggota Polisi Diraja Malaysia juga turut membantu pengamanan di lokasi kejadian.
Komandan Operasi, Jefri Majin, menjelaskan petugas harus mengerahkan empat aliran selang untuk memadamkan api yang sudah membesar.
“BBP Miri Sentral melakukan pemadaman menggunakan dua aliran selang sepanjang 300 kaki dan 800 kaki di bagian depan rumah panjang. Sementara itu, BBP Batu Niah menggunakan dua aliran selang berukuran 600 kaki dan 800 kaki untuk pemadaman di bagian belakang dan samping bangunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas sempat terkendala sumber air sehingga harus menggunakan sumber air terbuka terdekat dengan metode relay pumping menggunakan pompa GP 10.
Baca Juga : Razia Rumah Makan di Kuching, 18 Pekerja Indonesia Ditahan
Setelah berjuang beberapa jam, proses pemadaman akhirnya berhasil diselesaikan sekitar pukul 08.18 pagi.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi warga karena terjadi menjelang Hari Gawai, perayaan adat penting bagi masyarakat Dayak di Sarawak.
Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan harta benda serta persiapan perayaan yang ikut hangus terbakar.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang dialami warga.*
