BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas dan 80 lainnya terluka setelah sebuah bom mobil meledak di sebuah masjid yang berada di dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Jumat (18/9/2026).
Ledakan tersebut terjadi saat sejumlah anggota kepolisian tengah menjalankan ibadah salat. Setelah ledakan, aksi penembakan terjadi ketika sekelompok pria bersenjata berusaha menerobos masuk ke area kompleks kepolisian.
Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, mengatakan pelaku sengaja menabrakkan kendaraan yang membawa bahan peledak ke dinding masjid.
Baca Juga : Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang
Serangan tersebut menargetkan kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas penegakan hukum dan operasi antiterorisme.
Dari tujuh pria bersenjata yang berusaha memasuki kompleks, enam di antaranya tewas setelah ditembak polisi. Sementara itu, seorang pelaku bom bunuh diri disebut melakukan serangan terpisah yang menyasar kantor badan intelijen setempat.
Ledakan kuat menyebabkan dinding luar kantor polisi roboh. Struktur bangunan masjid juga mengalami kerusakan parah.
Sebanyak 80 korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Mayoritas korban tewas dilaporkan merupakan personel kepolisian yang berada di dalam masjid ketika ledakan terjadi.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan memerintahkan percepatan proses evakuasi serta penanganan para korban.
Baca Juga : Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan
Belum ada kelompok yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan di Kohat. Namun, dugaan sementara mengarah kepada Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan.
Kelompok tersebut dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan fasilitas militer di Pakistan.
Serangan di Kohat terjadi sehari setelah bom tepi jalan menewaskan enam prajurit militer di Distrik Hangu. Pada Kamis sebelumnya, operasi penggerebekan yang dilakukan pemerintah juga dilaporkan menewaskan 10 militan.
Insiden Kohat berlangsung ketika upaya diplomasi regional tengah dilakukan untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin dilaporkan baru saja bertemu dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir, serta perwakilan Taliban Afghanistan di Kabul.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memediasi ketegangan di perbatasan Pakistan-Afghanistan yang meningkat sejak pertikaian militer pada 2025.*
