Ketegangan Memuncak, Kamboja Tuding Thailand Masih Duduki Wilayah Sipil

Tentara Thailand berjaga di wilayah perbatasan Kamboja yang diklaim masih diduduki pasukan Thailand. (x.com/chantha_ch65974)

BERIKABARNEWS l PHNOM PENH – Harapan terciptanya perdamaian permanen di perbatasan Thailand–Kamboja kembali diuji. Pemerintah Kamboja secara terbuka menuding militer Thailand masih menduduki sejumlah wilayah sipil yang berada di dalam garis batas negaranya, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah disepakati pada akhir 2025 lalu.

Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, menyebut keberadaan pasukan Thailand di wilayah tersebut berpotensi merusak stabilitas keamanan yang baru saja pulih. Ia mengungkapkan bahwa militer Thailand diduga memasang kawat berduri serta kontainer pengiriman di beberapa titik strategis sepanjang perbatasan.

“Situasi memang relatif tenang, tetapi risiko konflik tetap ada jika kesepakatan gencatan senjata tidak dijalankan sepenuhnya,” ujar Prak Sokhonn dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (13/1/2026).

Pendudukan wilayah itu berdampak langsung pada kondisi kemanusiaan. Pemerintah Kamboja mencatat sekitar 4.000 keluarga hingga kini belum dapat kembali ke rumah mereka di kawasan perbatasan karena masih adanya pasukan Thailand.

Kamboja juga menyebut sedikitnya empat lokasi perbatasan masih berada di bawah kendali militer Thailand. Phnom Penh menegaskan pemulangan warga sipil menjadi prioritas utama dalam upaya penyelesaian konflik.

Menanggapi tudingan tersebut, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan keberatan dan menyebut klaim Kamboja sebagai pernyataan yang tidak berdasar. Dalam pernyataan resmi tertanggal 12 Januari, Bangkok menegaskan bahwa penempatan pasukan dilakukan sebagai bagian dari langkah de-eskalasi yang telah disepakati kedua negara.

“Keberadaan pasukan kami merupakan bentuk kepatuhan terhadap mekanisme keamanan bersama, bukan pendudukan wilayah,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah Thailand.

Baca Juga : Bom IED Hantam Polisi Pakistan, Enam Tewas di Khyber Pakhtunkhwa

Sengketa wilayah Thailand–Kamboja yang telah berlangsung lebih dari satu abad kembali memanas pada Desember 2025. Bentrokan selama hampir 20 hari melibatkan jet tempur, roket, dan artileri berat.

Konflik tersebut menelan 101 korban jiwa dan memaksa lebih dari 500 ribu warga di kedua negara mengungsi. Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui tekanan internasional, termasuk seruan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Juli 2025.

Penyelesaian jangka panjang kini bertumpu pada Komisi Perbatasan Bersama (Joint Boundary Commission/JBC). Kamboja mendorong pertemuan segera untuk menegaskan batas wilayah secara jelas. Namun, Thailand menyatakan kepastian perundingan baru akan diberikan setelah pemilihan umum pada 8 Februari mendatang.

Upaya perdamaian juga mendapat dukungan dari China. Dua hari setelah gencatan senjata 27 Desember, diplomat tinggi China, Thailand, dan Kamboja menggelar pertemuan di Provinsi Yunnan untuk membangun kembali kepercayaan dan stabilitas kawasan. (ing)

 

Sumber :

Reuters

China Tolak Sanksi AS, Tetap Impor Minyak Iran

BERIKABARNEWS l BEIJING – Ketegangan hubungan dagang antara...

Ilustrasi kilang minyak di China terkait impor minyak Iran dan penolakan sanksi Amerika Serikat.

Isu Damai Iran Dorong Pelemahan Dolar AS

BERIKABARNEWS l – Isu damai antara Amerika Serikat...

Ilustrasi - Pergerakan dolar AS melemah di pasar global akibat sentimen damai Iran.

Iran Klaim Menang, AS Disebut Terima Syarat Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Ketegangan bersenjata antara Iran...

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat memberikan pernyataan di Jakarta.

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Ancam Rencana Damai AS

BERIKABARNEWS l – Situasi di Jalur Gaza kembali...

Korban serangan udara Israel di dekat sekolah pengungsian Jalur Gaza.

Trump Ultimatum Iran 24 Jam soal Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Presiden AS Donald Trump menyampaikan ultimatum kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Hamas Tolak Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l – Ketegangan diplomasi di Jalur Gaza...

juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pernyataan terkait penolakan pelucutan senjata di Gaza.

berita terkini