Polres Metro Bekasi Ungkap Penipuan Tanah Kavling Rp3 Miliar, 58 Korban Tertipu

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa saat konferensi pers pengungkapan kasus penipuan tanah kavling di Mapolres Metro Bekasi. (Mediahub.polri)

BERIKABARNEWS l BEKASI – Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus besar penipuan tanah kavling yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial SR.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Mustofa, mengatakan tersangka dijerat pasal penipuan dan penggelapan setelah menipu puluhan konsumen melalui skema jual beli kavling ilegal.

Konferensi pers kasus ini digelar di Mapolres Metro Bekasi pada Senin (20/10/2025).

Modus Penipuan: Jual Kavling Non-Legal Sejak 2017

Berdasarkan hasil penyelidikan, SR menawarkan kavling tanah non-legal di wilayah Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, sejak tahun 2017 hingga 2024.

Ia menjanjikan pembelian tanah kavling dengan angsuran hingga 60 bulan, disertai iming-iming Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB), penerbitan Akta Jual Beli (AJB), dan Sertifikat Hak Milik (SHM) setelah pembayaran mencapai 75 persen.

Namun, setelah cicilan hampir lunas, para korban tidak pernah menerima dokumen legalitas. Lebih parah lagi, lahan yang dijual ternyata masuk dalam kawasan Lahan yang Dilindungi (LSD) dan bukan milik pelaku.

“Tercatat 58 orang korban telah melapor dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 3 miliar,” ungkap Kombes Pol. Mustofa.

Barang Bukti dan Motif Pelaku

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen SPJB, kwitansi pembayaran, rekening koran, dan brosur penjualan kavling.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga menggunakan uang hasil penipuan untuk kebutuhan pribadi dan ekonomi keluarga.

“Kasus ini merupakan bentuk penipuan terencana dengan dampak besar terhadap masyarakat,” jelas Mustofa.

Baca Juga : Polisi Gagalkan Aksi Balap Liar di Arteri Supadio

Ancaman Hukuman dan Imbauan Kepada Masyarakat

Atas perbuatannya, SR dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara.

Kapolres Metro Bekasi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran jual beli tanah dengan harga murah atau cicilan ringan tanpa bukti legalitas yang jelas.

“Pastikan setiap transaksi tanah melalui jalur resmi dan terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar tidak menjadi korban berikutnya,” tegasnya. *

 

 

Mediahub.polri.go.id

Kubu Raya Geger, Pasutri Jadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Pekat

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Warga Kabupaten Kubu...

Ilustrasi - Petugas kepolisian melakukan olah TKP kasus penyiraman cairan kimia pekat di Kubu Raya.

Ayah Kandung di Sekadau Ditangkap, Diduga Cabuli Anak hingga Hamil

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)...

Petugas Satreskrim Polres Sekadau saat menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sekadau.

Curi Aset Kafe Senilai Rp41 Juta, Andre Ditangkap Polisi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Seorang pria berinisial JVT...

Pelaku pencurian aset kafe senilai Rp41 juta diamankan anggota Polsek Pontianak Kota untuk menjalani proses penyidikan.

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Motor Siantan Tengah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Tim Maung Reskrim Polsek...

Polisi Polsek Pontianak Utara mengamankan pelaku pencurian motor di Siantan Tengah tanpa perlawanan di kediamannya.

Dua Laporan Warga Ditindak Cepat, Polres Singkawang Buktikan Efektivitas Layanan 110

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Polres Singkawang kembali membuktikan...

Petugas Polres Singkawang bersama Tim Patroli Perintis Presisi menindaklanjuti laporan warga melalui layanan 110 di lokasi kejadian.

Penampungan Emas Hasil PETI di Sanggau Digerebek Polisi

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Aparat kepolisian berhasil mengungkap...

Petugas Satreskrim Polres Sanggau mengamankan barang bukti emas hasil PETI di Desa Semoncol, Kecamatan Balai.

berita terkini