Malaysia Resmi Cabut Blokir AI Grok Milik Elon Musk

chatbot AI Grok milik Elon Musk yang kembali dapat diakses di Malaysia setelah pemblokiran dicabut. (unsplash.com/@maria_shalabaieva)

BERIKABARNEWS l KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia melalui Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) resmi mencabut pemblokiran layanan chatbot kecerdasan buatan Grok, milik perusahaan xAI yang terafiliasi dengan Elon Musk, pada Jumat (23/1/2026). Akses layanan tersebut sebelumnya ditangguhkan hampir dua pekan akibat kekhawatiran terkait penyebaran konten deepfake seksual.

Pemblokiran Grok dilakukan sejak 11 Januari 2026, menyusul temuan penyalahgunaan teknologi AI yang menghasilkan konten eksplisit dan dinilai melanggar hukum Malaysia. Setelah dilakukan evaluasi, MCMC menyatakan pencabutan blokir dilakukan usai platform terkait menerapkan langkah-langkah pengamanan tambahan.

“Pembatasan akses sementara terhadap penggunaan aplikasi Grok pada platform X telah dicabut efektif mulai hari ini,” demikian pernyataan resmi MCMC.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara pejabat pemerintah Malaysia dan perwakilan platform X pada Rabu lalu. Dalam pertemuan tersebut, pihak X menyampaikan klarifikasi sekaligus komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan Malaysia, khususnya terkait pencegahan penyebaran konten yang merugikan.

Isu Grok sempat memicu ketegangan setelah pemerintah Malaysia mengancam akan menempuh jalur hukum apabila tidak ada langkah konkret dari pengelola platform. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh laporan riset yang mengungkap bahwa Grok diduga menghasilkan jutaan gambar seksual eksplisit dalam waktu singkat, termasuk yang melibatkan perempuan dan anak-anak, sehingga menuai kecaman global.

Baca Juga : Pariwisata Sarawak Pecahkan Rekor, Pendapatan 2025 Tembus RM12,6 Miliar

Sebagai bagian dari kebijakan baru, pihak X menerapkan pembatasan geografis atau geoblocking untuk mencegah pembuatan gambar orang dengan busana minim di wilayah hukum yang melarang konten tersebut.

MCMC juga menegaskan akan terus memantau kepatuhan platform terhadap sistem pengamanan yang telah disepakati.

Kasus ini menegaskan pentingnya regulasi dan tanggung jawab dalam pengembangan teknologi AI. Pemerintah Malaysia menyatakan dukungannya terhadap inovasi digital, namun menegaskan perlindungan terhadap martabat masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, tetap menjadi prioritas utama. *

 

Sumber :

AFP

Imigrasi Malaysia Gerebek Tiga Lokasi di Kuching, 59 WNI Diamankan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Imigrasi Malaysia menggerebek tiga lokasi di Kuching dan mengamankan 59 WNI. (JIM Sarawak)

Helikopter Medis Jatuh di Long Lellang Sarawak, Lima Orang Tewas

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter medis Layanan Dokter...

Helikopter medis Layanan Dokter Udara yang jatuh di dekat Bandara Long Lellang, Sarawak. (facebook.com/al.imram.88)

Helikopter Layanan Dokter Terbang Kecelakaan Saat Mendarat di Sarawak

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter layanan Dokter Terbang...

Ilustrasi - Helikopter layanan Dokter Terbang Kementerian Kesehatan Malaysia yang mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Long Lellang, Sarawak. (Foto: unsplash.com/@isaacbenhesed)

24 WNI Terjaring Operasi JIM Sarawak di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 24 warga negara...

Petugas JIM Sarawak mengamankan WNI dalam operasi penguatkuasaan di Kuching, Sarawak.

Ops Gegar Kuching, 35 Warga Asing Ditahan Termasuk WNI

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Operasi Ops Gegar JIM Kuching yang menahan 35 warga asing, termasuk warga Indonesia, di Sarawak. (Suara Sarawak)

63 Sekolah Sarawak Ditutup Akibat Kabut Asap

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 63 sekolah di...

Kabut asap menyelimuti wilayah Sarawak dan berdampak pada aktivitas sekolah.

berita terkini